JULIA PEREZ

DUTA KONDOM MENJADI CALON BUPATI

IBARAT pepatah, Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu. Keinginan artis panas Julia Rahmawati yang ngetop disapa sebagai Julia Perez merambah dunia politik seperti tak terbendung. Ia tak peduli suara-suara minor maupun yang meragukannya. Ia justru mengaku makin mantap berpasangan dengan Nur Cahyono, yang disebut-sebut juga sebagai adik sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Ini politik Bung! Semua harus dijalani dulu, baru ketahuan kemampuan saya,” katanya ketika diwawancarai wartawan JPNN Agus Srimudin belum lama ini.

Perempuan asli Betawi campuran Cianjur-Madiun ini mengaku tidak takut hidup di kampung Pacitan. Kawasan tandus, penghasil batu akik itu. Ia juga mengaku tidak takut kalaupun wakil bupati itu gajinya tidak segede artis. “Ah, namanya juga perjuangan. Saat ini aku tidak memikirkan gaji. Dibenakku, bagaimana aku bisa memajukan masyarakat pacitan ke depan,” kata Jupe – begitu ia biasa disapa. Ah Jupe, sejak kapan kamu berbahasa politis seperti itu? “Iya donk, semua kan berproses toh Mas? Sambil menyelam minum air. Kadang dihujat, tapi juga tak sedikit yang memujiku loh…” Kata perempuan Duta Kondom ini merajuk.

Duta Kondom pengin jadi wakil bupati, membuat mendagri Gamawan Fauzi harus bikin banyak aksi. Sampai-sampai mantan Gubernur Sumatera Barat itu harus merevisi UU no.32 tahun 2004. Ia ingin memasukkan sejumlah aturan seperti calon pejabat tidak boleh cacat moral. Terus ada lagi, tidak boleh pernah berzina. Dan beberapa aturan, yang seolah-olah hanya untuk menjegal seorang Jupe dari kancah politik. Seberapa jauh persiapan Jupe untuk maju sebagai calon wakil bupati pacitan? Berikut petikan wawancara itu.

Hai apa kabar. Masih sibuk mempersiapkan diri jadi wakil bupati neh?

Iya donk. Apalagi sekarang pendukungnya malah terus bertambah banyak. Tambah semangat lagi, tolong doanya ya?

Lho emangnya Jupe sudah ada partai pengusungnya?

Soal partai seh sudah banyak. Ada delapan partai politik yang awalnya mendukung kami. Dan belakangan, malah nambah lagi, kalau nggak satu dua gitu. Tapi, untuk persisnya, tanyain deh sama Pak Sutikno aja, beliau itu ketua tim sukses saya. Kalau pun nanti partainya nggak cukup, kan bisa maju independent. Tapi itu seh terserah teman-teman saja di Pacitan bagaimana.

Tapi, katanya penolakan terhadap Jupe juga besar. Gimana tanggapannya?

Hahaha, namanya juga proses pencalonan. Itu kan yang namanya dinamika politik toh . Dalam proses politik itu, pasti ada yang menolak dan yang mendukung. Jadi biasa sajalah menyikapi hal-hal seperti ini. Lagi pula, buat saya hal seperti itu sudah biasa. Nggak usah di politik, kadang saya juga ditolak selain banyak juga seh yang suka dengan saya…Itu sudah biasa dalam demokrasi. Tetapi, perlu saya garis bawahi ya, saat ini posisi saya bukan mencalonkan diri, tetapi saya ini dicalonkan. Saya diusung oleh sekelompok masyarakat untuk maju menjadi wakil bupati Pacitan, bukan saya mencalonkan diri sebagai wakil bupati Pacitan.

Anda tahu kan, mengapa anda didemo. Bahkan oleh kaum ibu-ibu lagi?

Ya, karena saya dijuluki sebagai bintang panas. Tetapi, itu kan masa lalu. Dan setiap orang itu pasti punya masa lalu. Dan buktinya, saya kan mau berubah. Orang punya masa lalu, kemudian mau berubah menjadi lebih baik. Apa ini masih salah? Jadi soal pro dan kontra itu soal biasa. Buat saya mengalir saja. Biarlah demokrasi di Pacitan mengalir seperti itu. Semua pendapat, baik yang pro maupun kontra perlu disikapi dengan arif. Toh, selain ada yang demo, tetapi dukungan buat kami juga terus mengalir. Masyarakat dan parpol terus mendorong saya untuk tetap maju.

Wah, sudah jadi politikus beneran neh, belajar dari siapa?

Hahaaha (Jupe tertawa lepas ) Iya donk, kalau mau maju harus belajar dan harus bisa. Dan saya ini kan serius ingin mengabdikan diri kepada bangsa  dan negara ini. Dan sekarang saya memiliki kesempatan, dan saya akan memanfaatkannya secara maksimal. Saya akan maju terus menjadi calon wakil bupati Pacitan. Dan di kota itu, saya banyak belajar.

Jadi siap menang, dan Siap Kalah donk?

So pasti. Harus seperti itu, karena terpuruk dalam kelemahan itu tidak baik. Kita harus selalu sportif di semua episode hidup ini. Dan saya kira, semua calo pemimpin harus memiliki sikap seperti ini. Ini merupakan sikap dasar, sikap minimal bagi seorang pemimpin yang amanah.

Sudah Siap meninggalkan dunia gemerlap selebriti, dunia keartisan?

Pastinya harus siap. Dan harus ditinggalkan. Karena saya akan mengabdi penuh selama lima tahun ke  depan. Namun, kalau lagi ingin nyanyi ya nyanyi aja. Kan menyanyi tidak dilarang bagi seorang wakil bupati.

Eh, gaji wakil Bupati itu kecil loh. Nggak takut jadi miskin?

Ah besar kecilnya penghasilan itu kan relatif. Biasa ajalah. Ada orang yang hidup dengan Rp.500 ribu aja. Bahkan dengan Rp. 100 ribu aja juga sudah cukup. Semuanya sangat tergantung dari amanah kita. Kalau semangatnya sudah mengabdi, kan tidak perlu itung-itungan seperti itu. Bener gak Mas? Jadi biar gajinya kecil gak apa-apa.

Bukankan Jupe sudah terbiasa hidup glamour ala metropilitan. Jangan-jangan nanti korupsi?

Hahaha… sudah banyak artis yang jadi politisi. Ada yang korupsi nggak? Kita ini sudah terbiasa hidup sportif, kalau memang bagiannya segitu ya sudah segitu aja. kalau mau nambah, ya harus usaha tentu usaha yang halal. Sudah nggak zamannya Mas korupsi itu. Dan kalau mau kaya, pastinya kan tidak nyalon jadi wakil bupati hahaha….

Make Up Jupe kan mahal. Terus gimana nantinya?

Sudah, gak usah make up-make up-an lagi. Kita cantiknya dari dalam saja.

Eh, Mendagri nampaknya gak suka loh, kalau Jupe maju jadi wakil bupati?

Hahaha itu kan kata wartawan saja. Beliau tidak pernah ngomong apa-apa tuh soal saya. Tidak ada yang pernah melarang saya kok. Dan saya kan punya hak juga untuk mencalonkan maupun dicalonkan. Jadi, salah saya apa? Kalau saya dilarang, bisa melanggar HAM loh…

Terus tanggapannya soal rencana revisi UU No.32/2004. Tidak boleh pernah berzina, tidak cacat moral dan seterusnya gimana?

Buat saya sah-sah saja Mendagri buat aturan, karena itu memang wewenang beliau. Dan bila revisi itu memang bermanfaat bagi orang banyak, ya monggo. Kalau soal etika, soal moral, dan soal masa lalu itu mengarah ke aku, aku bisa menjelaskannya. Saya senang kalau Mendagri mau mengundang saya untuk berdiskusi. Jadi tidak ada yang perlu ditutupi, semua transparan dan saya fair-fair saja kok.

Eh, bedanya artis sama politikus itu menurut Jupe?

Banyak. Dari cara penampilan sudah pasti beda. Meski sama-sama selalu menjadi publik figur, namun seorang politikus pastilah berbeda dengan artis. Tetapi, kalau dalam guyonan sama teman-teman seh, kalau jadi politikus itu harus terima kasihnya sama-sama banyak. Terima banyak, kasihnya juga banyak hahaha… bercanda ya?

Ngomong-ngomong, kabarnya Jupe sudah dimintai duit dari Partai tertentu, yang nilainya mencapai Rp. 7 miliar?

Ah, nggak benar itu. Sampai sekarang saya tidak pernah ada yang memintai uang sebanyak itu. Boro-boro Rp. 7 miliar, Rp. 100 ribu saja tidak ada yang pernah meminta. Saya tidak mengeluarkan dana sedikitpun. Saat ini dana masih ditanggung parpol-parpol yang mengusung saya.

Kok tertarik maju di Pacitan, memangnya JUpe aslinya mana?

Saya ini orang Betawi, campuran Madiun dan Garut. Lahir dan besar di Jakarta. Dan saya memang tidak pernah ke Pacitan sebelumnya. Baru setelah mencalonkan diri, saya sering ke kota itu. Jadi, kalau ditanya kok tertarik di Pacitan, la saya tawarannya baru dari sana…

Jupe Tahu  kalau Pacitan adalah  Kota   Kelahiran Presiden SBY?

Ya tahulah. Karena itu mudah-mudahan saya bisa menang. Mohon doanya ya…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: